Cari Blog Ini

Minggu, 05 Juli 2026

Kebenaran Agama

Kebenaran Agama

 

     Syallom anak-anak Tuhan yang dikasihi, coba kita berusaha untuk mengerti apa yang akhir-akhir ini terjadi di Indonesi . Misalnya  TKW Indonesia disiksa dan diperkosa serta menjadi cacat total seumur hidup oleh orang- orang Arab, yang kita kenal sebagai orang-orang yang radikal dalam beragama. Renungannya adalah saya akan menerima kejadian ini jikalau terjadi di negara negara komunis, misalnya: China, Rusia atau negara-negara komunis lainnya. Mengapa demikian? Karena negara-neraga itu adalah Negara Komunis dan wajar dia tidak mengerti devinisi Agama, dan tidak mengenal Tuhan. Jadi, wajar saja mereka melakukan hal semacam itu. Sebelum saya lanjutkan artikel saya ini sedikit saya paparkan devinisi Agama:

     Agama (relegi) adalah pemahaman sosiologis / definisi empiris dan deskriptif mengambarkan apa adanya. Suatu jenis system sosial yang dibuat oleh penganut-penganutnya yang berporos pada kekuatan-kekuatan non empiris  yang  dipercayainya dan didaya gunakannya untuk mencapai keselamatan bagi diri mereka dan masyarakat luas. Dalam definisi ini Agama dianggap sebagai  suatu jenis system social. Artinya Agama adalah  suatu fenomena  social yang dapat dianalisa, karena terdiri atas suatu kaidah dan peraturan yang kompleks yang dibuat saling berkaitan dan diarahkan kepada tujuan tertentu.

Dengan melihat devinisi ini maka Agama itu dianalisa,dan didevinisikan, berdasarkan paham dan pedoman seseorang, sebab semua Agama itu mengajarkan tentang Norma, dan Kaida, lalu pertanyaan saya adalah, bagaimana seseorang yang mengaku beragama tetapi kelakuannya adalah  memperkosa, dan tidak bermoral, juga tidak manusiawi, lalu pantaskan kita katakan orang itu beragama, dan beriman?

Demikian juga dengan Negara yang sangat menekankan tentang kaida-kaida dan moral yang luarbiasa, tetapi di dalam terdapat segala Kejahatan Misalnya: Ajaran untuk membunuh orang berdosa, membunuh orang kafir, dan melakukan perbuatan-perbuatan yang Amoral, memperkosa, dan segala kejahatan lainnya terdapat di dalamnya. Apakah layak disebut Agama?.... saya lebih setuju Agama itu pantas disebut Agama suku, atau lebih pas adalah Bidat. Sebab Agama suku hanya mempunyai satu paham yaitu: Agamaku yang benar, agama lain tidak benar, di dunia ini tidak ada yang benar kecuali agama saya yang benar. Itu Ajaran Agama suku. Misalnya di Indonesia, sangat menjunjung Agama, tetapi negara yang menjunjung Agama sebagai dasar negara akan tetapi, dalam Negara yang Demokratis terdapat segala kejahatan, seperti terorisme, dan ekstrimisme tentang sebuah agama dan sebagainya, Saudaraku kita manusia dan mempunyai kehendak serta mempunyai naluri untuk membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Masakan Agama mengajarkan segala kejahatan? Dan tindakan-tindakan Amoral?

Agama yang benar adalah agama yang menjunjung nilai-nilai kemanusiaan, dan norma-norma yang tinggi. Nilai-nilai kemanusian adalah, hidup saling mengasihi, saling menolong, saling membantu, saling memahami kelemahan, dan sebagainya. Itulah nilai-nilah kemanusiaan, dan penekanan pada moral, apa itu moral? Moral adalah, berbicara tentang kelakukan seseorang.

Jadi, mengertilah kita tentang Agama, hanya Yesus satu-satunya yang memperkenalkan kita kepada kebenaran yang sejati. Dan pengajarannya adalah, terdapat nilai-nilai moral, dan nilai-nilai kemanusiaan yang sangat tinggi. Dan itu tidak terdapat di agama lain hanya dalam pengajaran Yesus dari Nasaret. Dalam Ajarannya: Harus saling mengasihi, saling membangun, saling menolong,saling mengampuni, dan sebagainya. Buatlah kesimpulanmu sekarang tidak ada yang benar dalam dunia ini hanya Yesus yang benar dan satu satunya....?


Tidak ada komentar:

Statistik Pengunjung

Wikipedia

Hasil penelusuran