Kebenaran Agama
Syallom anak-anak Tuhan yang dikasihi, coba kita berusaha untuk mengerti apa yang akhir-akhir ini terjadi di Indonesi . Misalnya TKW Indonesia disiksa dan diperkosa serta menjadi cacat total seumur hidup oleh orang- orang Arab, yang kita kenal sebagai orang-orang yang radikal dalam beragama. Renungannya adalah saya akan menerima kejadian ini jikalau terjadi di negara negara komunis, misalnya: China, Rusia atau negara-negara komunis lainnya. Mengapa demikian? Karena negara-neraga itu adalah Negara Komunis dan wajar dia tidak mengerti devinisi Agama, dan tidak mengenal Tuhan. Jadi, wajar saja mereka melakukan hal semacam itu. Sebelum saya lanjutkan artikel saya ini sedikit saya paparkan devinisi Agama:
Agama (relegi) adalah pemahaman sosiologis
/ definisi empiris dan deskriptif mengambarkan apa adanya. Suatu jenis system
sosial yang dibuat oleh penganut-penganutnya yang berporos pada kekuatan-kekuatan
non empiris yang dipercayainya dan didaya gunakannya untuk
mencapai keselamatan bagi diri mereka dan masyarakat luas. Dalam definisi ini Agama dianggap sebagai suatu jenis system social. Artinya
Agama adalah suatu fenomena social yang dapat dianalisa, karena
terdiri atas suatu kaidah dan peraturan yang kompleks yang dibuat saling berkaitan
dan diarahkan kepada tujuan tertentu.
Dengan melihat devinisi ini maka
Agama itu dianalisa,dan didevinisikan, berdasarkan paham dan pedoman seseorang,
sebab semua Agama itu mengajarkan tentang Norma, dan Kaida, lalu pertanyaan
saya adalah, bagaimana seseorang yang
mengaku beragama tetapi kelakuannya adalah
memperkosa, dan tidak bermoral, juga tidak manusiawi, lalu pantaskan
kita katakan orang itu beragama, dan beriman?
Demikian juga dengan Negara yang
sangat menekankan tentang kaida-kaida dan moral yang luarbiasa, tetapi di dalam
terdapat segala Kejahatan Misalnya: Ajaran untuk membunuh orang berdosa,
membunuh orang kafir, dan melakukan perbuatan-perbuatan yang Amoral,
memperkosa, dan segala kejahatan lainnya terdapat di dalamnya. Apakah layak
disebut Agama?.... saya lebih setuju Agama itu pantas disebut Agama suku, atau
lebih pas adalah Bidat. Sebab Agama suku hanya mempunyai satu paham yaitu: Agamaku yang benar, agama lain tidak benar,
di dunia ini tidak ada yang benar kecuali agama saya yang benar. Itu Ajaran
Agama suku. Misalnya di Indonesia, sangat menjunjung Agama, tetapi negara yang
menjunjung Agama sebagai dasar negara akan tetapi, dalam Negara yang Demokratis
terdapat segala kejahatan, seperti terorisme, dan ekstrimisme tentang sebuah
agama dan sebagainya, Saudaraku kita manusia dan mempunyai kehendak serta
mempunyai naluri untuk membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Masakan
Agama mengajarkan segala kejahatan? Dan tindakan-tindakan Amoral?
Agama yang benar adalah agama yang menjunjung
nilai-nilai kemanusiaan, dan norma-norma yang tinggi. Nilai-nilai kemanusian
adalah, hidup saling mengasihi, saling menolong, saling membantu, saling
memahami kelemahan, dan sebagainya. Itulah nilai-nilah kemanusiaan, dan
penekanan pada moral, apa itu moral? Moral adalah, berbicara tentang kelakukan
seseorang.
Jadi, mengertilah kita tentang Agama, hanya Yesus satu-satunya yang memperkenalkan kita kepada kebenaran yang sejati. Dan pengajarannya adalah, terdapat nilai-nilai moral, dan nilai-nilai kemanusiaan yang sangat tinggi. Dan itu tidak terdapat di agama lain hanya dalam pengajaran Yesus dari Nasaret. Dalam Ajarannya: Harus saling mengasihi, saling membangun, saling menolong,saling mengampuni, dan sebagainya. Buatlah kesimpulanmu sekarang tidak ada yang benar dalam dunia ini hanya Yesus yang benar dan satu satunya....?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar