Menikmati Asmara yang Suci
Rut 3
Pepatah "Cinta ada karena terbiasa" mungkin terdengar benar, tetapi sebenarnya kurang lengkap. Agar cinta mekar, keterbiasaan harus diakhiri dengan kebulatan hati✅
Selama musim menuai jelai, Rut berada di ladang Boas (Rut 2:23). Dapat dikatakan selama berminggu-minggu ia sudah terbiasa bekerja dan makan bersama Boas. Sekarang ladang telah selesai dituai dan Rut tidak perlu lagi datang ke sana✅
Bayangkan betapa kagetnya Boas ketika ia mendapati Rut berbaring di sebelah kakinya pada tengah malam (8). Rut tampil memesona dalam balutan pakaian yang indah. Dengan rendah hati, ia mengungkapkan isi hatinya (9). Boas membalas kasih Rut dengan menyatakan kebulatan hatinya untuk menjadi pelindung dan penebus Rut (10-11)✅
Seluruh adegan romantis itu terasa makin indah karena adat dan tata krama tetap terjaga. Naomi, menurut Theodoret dari Sir, meyakini kesalehan Boas. Ia tahu bahwa Boas dapat menahan diri meski Rut berbaring di sebelahnya. Baik Boas maupun Rut tidak melanggar kesucian hubungan✅
Firman ini relevan dengan kita yang hidup dalam zaman pergaulan bebas. Adegan romantis sering kali disamakan dengan perilaku seksual yang hilang kendali. Mereka tidak tahu lagi batasan tabu dan kehilangan arah dalam memadu kasih. Banyak orang, dari anak muda sampai orang dewasa, tidak tahu lagi bagaimana cara menikmati asmara yang suci✅
Jadilah seperti Rut yang lebih mengutamakan perlindungan daripada daya tarik orang muda, dan jadilah seperti Boas yang menjaga kesucian kasih Rut dan adat penebusan orang Israel✅
Jadilah penjaga kesucian pasanganmu! Bila dia tampak makin menawan, jadikanlah itu motivasi untuk menjaga kesuciannya. Peganglah peringatan dari firman Tuhan: "Jangan kamu membangkitkan dan menyalakan cinta sebelum diingininya" (Kid 2:7)✅
Jadilah orang yang kesalehannya dapat diandalkan. Bangunlah asmara bukan untuk memuaskan hawa nafsu seperti kebiasaan dunia, tetapi untuk hidup dalam kekudusan dan kehormatan seperti kehendak Allah (1Tes 4:3-7)✅
Tidak ada komentar:
Posting Komentar